Info Sekolah
Sunday, 25 Sep 2022
  • Selamat datang di website resmi SMK Negeri 1 Indralaya Utara

Workshop Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka

Diterbitkan : - Kategori : Kesiswaan / Kurikulum / Rapat Kedinasan

Kartika Kusuma Ariani, SP.,M.Pd (Narasumber)

Senin,27 Juni 2022 dilaksanakan Pembukaan Kegiatan Workshop Sosialisasi Implemektasi Kurikulum Merdeka di SMK Negeri 1 Indralaya Utara sebagai langkah awal kegiatan sebagai imbas ditetapkannya SMK Negeri 1 Indralaya Utara sebagai SMK Pusat Keunggulan tahap 2 tahun 2022 untuk Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan. Acara ini dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 27 – 28 Juni 2022 di ruang aula pertemuan SMKN 1 Indralaya Utara. Acara ini dibuka oleh Bapak Awaludin, S.Pd., M. Si selaku Kasi Kurikulum SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, serta dihadiri oleh Pak Drs. Handallah selaku Pengawas Bina SMK dan Ibu Ir. Nelly Noviyanti sebagai narasumber yang sudah berkecimpung dengan kurikulum SMK PK sekia lama.

 

   Pelaksanaan Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka hari ke-dua yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Indralaya Utara berjalan dengan penuh semangat dan antusias dari seluruh guru dan pegawai. Workshop didampingi oleh narasumber yang didatangkan dari sekolah yang sudah terlebih dahulu menjadi SMK Pusat Keunggulan yaitu Ibu Ir. Nelly Novianty dan Ibu Kartika Kusuma Ariani, SP.,M.Pd yang berasal dari SMK Negeri 1 Gelumbang. Ibu Nelly menyampaikan materi tentang Profil Pelajar Pancasila, Kerangka Dasar Kurikulum Merdeka, Penyusunan Perangkat Ajar dan Penyusunan KOS. Ibu Kartika Kusuma Ariani, SP.,M.Pd menyampaikan materi tentang Peran IDUKA dalam Kurikulum Merdeka sesuai dengan konsep 8+I link and match, konsep ini meliputi :

  • Kurikulum disusun bersama sejalan dengan memperkuat aspek softskills, hardskills, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
  • Penerapan pembelajaran berbasis proyek nyata dari dunia kerja (Project Based Learning/PBL) untuk menyelaraskan hardskills, softskills, dan karakter yang kuat.
  • Meningkatkan jumlah peran guru atau instruktur dari industri maupun ahli dari dunia kerja. Sesuai imbauan Mendikbud, peningkatan perlu dilakukan secara signifikan hingga minimal mencapai 50 jam per semester/program keahlian.
  • Penerapan praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester.
  • Sertifikasi kompetensi bagi lulusan dan bagi guru atau instruktur harus sesuai dengan standar dan kebutuhan industri
  • Ditekankan untuk guru atau instruktur untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan rutin.
  • Diadakan riset terapan yang membantu dan mendukung teaching factory berdasarkan kebutuhan atau kasus tertentu
  • Komitmen penyerapan tenaga kerja lulusan oleh dunia kerja.
  • Untuk huruf “i” mencakup berbagai peluang kerja sama yang bisa dilaksanakan dengan dunia kerja.

Agar Link and Match antara Sekolah Menengah Kejuruan dan DUDI dapat terwujud maka ada beberapa syarat yang harus diwujudkan yaitu :

  • Lembaga pendidikan dan dunia industri diharapkan membuat kurikulum bersama.
  • Terdapat sinkronisasi kurikulum yang dilakukan secara berkala. Dapat menjadikan materi yang diajarkan pada siswa vokasi dapat match dengan kebutuhan industri di lapangan. Selanjutnya, pihak industri harus memberikan guru atau dosen tamu dari industri yang memiliki tugas untuk memberikan pengajaran nyata pada siswa/mahasiswa pendidikan vokasi.
  • Pihak industri dan pihak pendidikan vokasi merancang bersama mengenai pemberian magang kepada siswa SMK dan mahasiswa vokasi
  • Adanya sertifikasi kompetensi. Hal ini menjadi bentuk nyata dari pengujian level pengetahuan dan keterampilan lulusan vokasi

  • Lembaga pendidikan dan dunia industri diharapkan membuat kurikulum bersama.
  • Terdapat sinkronisasi kurikulum yang dilakukan secara berkala. Dapat menjadikan materi yang diajarkan pada siswa vokasi dapat match dengan kebutuhan industri di lapangan. Selanjutnya, pihak industri harus memberikan guru atau dosen tamu dari industri yang memiliki tugas untuk memberikan pengajaran nyata pada siswa/mahasiswa pendidikan vokasi.
  • Pihak industri dan pihak pendidikan vokasi merancang bersama mengenai pemberian magang kepada siswa SMK dan mahasiswa vokasi
  • Adanya sertifikasi kompetensi. Hal ini menjadi bentuk nyata dari pengujian level pengetahuan dan keterampilan lulusan vokasi

(Sumber : www.gamelab.id)

Narasumber ikut bangga dengan ditunjuknya SMK Negeri 1 Indralaya Utara sebagai satu-satunya SMK Pusat Keunggulan di Kabupaten Ogan Ilir. Ibu Nelly dan Ibu Tika memberikan support penuh dan memberikan waktu yang seluas-luasnya bagi para peserta workshop untuk bertanya dan mempresentasikan hasil penyusunan modul kurikulum merdeka. Narasumber sangat optimis bahwa SMK Negeri 1 Indralaya Utara akan berhasil melaksanakan program SMK PK ini dengan baik dan bisa melakukan pengimbasan ke sekolah lainnya.

Potret Kegiatan

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar